15 menit berlalu. Tidak ada angkutan yang lewat. Tidak mau lebih lama menunggu, Raisa berlari masuk ke dalam rumah mengambil sepatu rodanya lalu memakainya. Ya, Raisa berangkat ke sekolah dengan sepatu roda.
• • •
"Dihabisin ya, Nu," kata seorang wanita pada anaknya.
"Iya, ma," jawab anaknya.
Wisnu mempercepat sarapannya. Ia ingin datang pagi pada hari pertama sekolahnya. Setelah libur 3 minggu, Ia sangat merindukan suasana sekolah. Pasti hal ini juga sering dialami anak-anak sekolah pada umumnya.
"Ma, Wisnu berangkat ya," kata Wisnu sambil menyambar tangan mamanya lalu menciumnya.
"Iya, hati-hati ya, Nu," kata mama Wisnu. Wisnu sudah berjalan ke garasi rumahnya untuk mengeluarkan sepeda. Ia lebih senang berangkat sekolah menaiki sepeda daripada diantar seorang supir.
• • •
Dista telah mengayuh sepedanya sekitar 500m dari rumahnya. Nafasnya terengah-engah karena Ia terlalu cepat mengayuh sepeda. Lima menit kemudian, Ia melewati rumah Wisnu. Ia menoleh sejenak. Siapa tahu Wisnu sudah siap berangkat.
Terlihat Wisnu sudah mengeluarkan sepedanya dari garasi, Dista berhenti lalu menunggu Wisnu keluar dari halaman rumahnya. Sadar bahwa dirinya ditunggu, Wisnu mempercepat kayuhannya untuk menghampiri Dista. Mereka berdua berangkat bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar